VairusBacktery

PERSONAL BLOG YUDHIE

RINGKASAN FILM “ I ROBOT “

Film I ROBOT, setting menggambarkan suasana tahun 2035 di kota Chicago, Amerika Serikat , kehidupan sudah berubah dari mulai gaya hidup sampai bentuk pelayanan public. Semua pelayanan public digantikan tenaga robot. Manusia hanya sebagai tuan atau majikan dan tiap hari 1000 robot pada perusahaan USR diperebutkan banyak orang dijadikan pelayan pembantu rumah tangga maupun pekerja .
Didalam film I ROBOT, robot yang berbentuk persis dengan manusia berfungsi melayani manusia, jadi untuk mempermudah pekerjaan manusia, dengan kepala mempunyai otak yang sudah di setting dan dikendalikan dengan system namanya VIKI , robot-robot ini sudah diprogram tidak diperbolehkan membunuh antar robot itu sendiri, kemudian dilarang untuk membunuh manusia sebagai garis besar hidup robot

  • STUDI KASUS FILM “ I ROBOT “

Dalam film I ROBOT menggambarkan bagaimana konstruksi kehidupan manusia di tahun . Semua menggambarkan kecanggihan masa depan ,mulai bentuk arsitektur bangunan baik interior dan eksterior, mobil, ruang public, telekomunikasi dan informasi dan lain-lain. Manusia dikonstruksi sebagai makhluk yang lebih hebat daripada robot,.
Dalam film I ROBOT ketika muncul cyberlaw peraturan bahwa robot tidak diperbolehkan membunuh manusia, dank arena terpancing manusia membunuh manusia ,robot pun menjadi seorang pembunuh karena melihat dengan mata terlanjang bagaimana manusia membunuh robot dengan kejamnya dan mengapa robot dalam cyberlaw tidak boleh membalasnya

Pemabuk Naik Taksi

Suatu hari di Monas, ada orang mabok yang menghentikan taksi.
Setelah taksi berhenti, orang mabok itu masuk ke dalam taksi lalu terjadi dialog ....

Orang mabok : "Pak, antar saya ke Monas !"
Sopir taksi :"Lho?, di sini kan Monas," ( keheranan )

Kemudian orang mabok itu keluar dari taksi sambil memberikan uang sepuluh ribu pada sopir taksi. Lalu mabok itu berkata,"Pak, lain kali kalau mengantar orang jangan cepat-cepat ya ...."

Belajar dari Ayam

Suatu hari sepasang suami istri pergi berlibur ke suatu peternakan ayam di pinggir kota. Yang empunya peternakan menemani suami istri melihat-lihat "isi" peternakannya. Tiba-tiba seekor ayam jantan lalu di depan mereka, mengejar si ayam betina. Ketika "dapat" langsung saja "diterkam". Anehnya si ayam betina tak memberikan perlawanan. Kejadian ini tak luput dari perhatian si peternak dan si suami istri.


"Pak, berapa kali ayam jantan ini "menerkam" si ayam betina sehari ?" tanya sang istri.

"Ya, kira-kira empat atau lima kali sehari," jawab si peternak.

Si istri terbelalak, lalu memandang si suami: "pak, apa kamu nggak dengar itu ?"
Si suami tak kaget lalu mengajukkan pertanyaan kepada si peternak: "pak, sudah berapa ayam betina yang "diterkam" si ayam jantan ini ?"

"Kami punya banyak kandang ayam. Dalam satu kandang ada satu ayam jantan dan dua puluh ekor ayam betina,"jawab si peternak.
"Bu, apa kamu nggak denger itu ?"