VairusBacktery

PERSONAL BLOG YUDHIE

Jangan Terlalu Banyak Mengkonsumsi MSG

Fungsi utama MSG adalah sebagai penguat rasa. Ketika digunakan, MSG memiliki sifat membatasi diri. Kumiko Ninomiya, direktur Umami Information Center, mengatakan sejemput MSG sudah cukup memperkuat rasa orisional bahan pangan yang dimasak. Untuk mencapai rasa yang optimal kira-kira dibutuhkan sekitar 0,1-0,8 persen MSG dari total makanan yang disajikan. Misalnya untuk memasak sup konro dari 250 gr daging sanding lamur dan 1 kg iga sapi dengan air 1,5 liter hanya dibutuhkan setengah sendok teh MSG.
Rasa gurih dari MSG lalu bisa mengurangi penggunaan garam. Hindari mencoba menerapkan teori itu pada menu sup. Sup pertamanya diberi dua sendok teh garam. Kategori rasanya enak. Sup kedua dengan satu sendok teh garam rasanya hambar. Sedangkan sup ketiga yang dibumbui satu sendok the garam dan sejumput MSG masuk dalam kategori rasa enak. Kemudian perhatikan kandungan natrium dalam sup. Sup pertama paling banyak natrium. Sup kedua paling rendah dan sup ketiga sedikit lebih banyak kadar natrium dari sup kedua.
Kandungan natrium dalam MSG tergolong rendah. Kurang lebih 12 persen saja. Berbeda dengan garam dapur yang mencapai 40 persen. MSG yang berguna sebagai penguat rasa lalu sanggup mengdongkrak rasa orisinal makanan hingga tidak membutuhkan terlalu banyak garam.

RINGKASAN FILM “ I ROBOT “

Film I ROBOT, setting menggambarkan suasana tahun 2035 di kota Chicago, Amerika Serikat , kehidupan sudah berubah dari mulai gaya hidup sampai bentuk pelayanan public. Semua pelayanan public digantikan tenaga robot. Manusia hanya sebagai tuan atau majikan dan tiap hari 1000 robot pada perusahaan USR diperebutkan banyak orang dijadikan pelayan pembantu rumah tangga maupun pekerja .
Didalam film I ROBOT, robot yang berbentuk persis dengan manusia berfungsi melayani manusia, jadi untuk mempermudah pekerjaan manusia, dengan kepala mempunyai otak yang sudah di setting dan dikendalikan dengan system namanya VIKI , robot-robot ini sudah diprogram tidak diperbolehkan membunuh antar robot itu sendiri, kemudian dilarang untuk membunuh manusia sebagai garis besar hidup robot

  • STUDI KASUS FILM “ I ROBOT “

Dalam film I ROBOT menggambarkan bagaimana konstruksi kehidupan manusia di tahun . Semua menggambarkan kecanggihan masa depan ,mulai bentuk arsitektur bangunan baik interior dan eksterior, mobil, ruang public, telekomunikasi dan informasi dan lain-lain. Manusia dikonstruksi sebagai makhluk yang lebih hebat daripada robot,.
Dalam film I ROBOT ketika muncul cyberlaw peraturan bahwa robot tidak diperbolehkan membunuh manusia, dank arena terpancing manusia membunuh manusia ,robot pun menjadi seorang pembunuh karena melihat dengan mata terlanjang bagaimana manusia membunuh robot dengan kejamnya dan mengapa robot dalam cyberlaw tidak boleh membalasnya

Pemabuk Naik Taksi

Suatu hari di Monas, ada orang mabok yang menghentikan taksi.
Setelah taksi berhenti, orang mabok itu masuk ke dalam taksi lalu terjadi dialog ....

Orang mabok : "Pak, antar saya ke Monas !"
Sopir taksi :"Lho?, di sini kan Monas," ( keheranan )

Kemudian orang mabok itu keluar dari taksi sambil memberikan uang sepuluh ribu pada sopir taksi. Lalu mabok itu berkata,"Pak, lain kali kalau mengantar orang jangan cepat-cepat ya ...."

Belajar dari Ayam

Suatu hari sepasang suami istri pergi berlibur ke suatu peternakan ayam di pinggir kota. Yang empunya peternakan menemani suami istri melihat-lihat "isi" peternakannya. Tiba-tiba seekor ayam jantan lalu di depan mereka, mengejar si ayam betina. Ketika "dapat" langsung saja "diterkam". Anehnya si ayam betina tak memberikan perlawanan. Kejadian ini tak luput dari perhatian si peternak dan si suami istri.


"Pak, berapa kali ayam jantan ini "menerkam" si ayam betina sehari ?" tanya sang istri.

"Ya, kira-kira empat atau lima kali sehari," jawab si peternak.

Si istri terbelalak, lalu memandang si suami: "pak, apa kamu nggak dengar itu ?"
Si suami tak kaget lalu mengajukkan pertanyaan kepada si peternak: "pak, sudah berapa ayam betina yang "diterkam" si ayam jantan ini ?"

"Kami punya banyak kandang ayam. Dalam satu kandang ada satu ayam jantan dan dua puluh ekor ayam betina,"jawab si peternak.
"Bu, apa kamu nggak denger itu ?"